Dwi1 Mei 2026
Indonesia khususnya Provinsi Bali merupakan wilayah yang memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi karena terletak di zona pertemuan lempeng tektonik aktif. Kondisi geografis ini menempatkan Bali pada risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga mengharuskan adanya suatu sistem komunikasi mitigasi bencana yang cepat, tepat, akurat dan tangguh.
Salah satu kendala utama yang sering dihadapi saat terjadi bencana besar adalah fenomena blackout atau lumpuhnya jaringan komunikasi seluler dan internet. Pengalaman pada bencana masa lalu menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur telekomunikasi sering kali memutus arus informasi kritis dari pusat data ke masyarakat dan pemangku kepentingan. Dalam kondisi ekstrem seperti ini, diperlukan moda diseminasi alternatif yang tidak hanya mengandalkan jaringan seluler, tetapi juga memiliki daya jangkau luas dan ketahanan tinggi terhadap gangguan fisik infrastruktur.
Guna mengatasi kendala tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui UPT Stasiun Geofisika Denpasar telah mengembangkan sistem Radio Broadcaster berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini berfungsi untuk menerima data tekstual dari cloud server InaTEWS secara otomatis, kemudian mentranslasikannya menjadi narasi suara yang disiarkan melalui frekuensi radio kebencanaan secara real-time. Hal ini memungkinkan informasi Peringatan Dini Tsunami (PDT) maupun info gempa bumi signifikan tetap dapat tersampaikan meskipun akses internet publik terputus.
Keberhasilan diseminasi informasi ini sangat bergantung pada kolaborasi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. Sinergi ini memastikan bahwa instruksi evakuasi dan data kebencanaan dapat segera diterima oleh Pusdalops BPBD untuk diteruskan ke masyarakat melalui jejaring komunikasi radio yang mereka miliki.
Radio Broadcaster adalah sistem penyiaran otomatis informasi gempa bumi dan tsunami melalui frekuensi radio kebencanaan. Perangkat penyiaran otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk keperluan mitigasi bencana.
Secara sederhana, alat ini berfungsi menerima data informasi tekstual secara real-time dari cloud server InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) BMKG. Setelah pesan teks diterima, sistem akan langsung mentranslasikannya menjadi narasi berbasis suara (Text-to-Speech) dan secara simultan menyebarluaskannya melalui frekuensi radio kebencanaan.
Informasi yang didiseminasikan adalah informasi yang sudah final tervalidasi oleh operator InaTEWS BMKG, yang meliputi Informasi gempa bumi signifikan, gempa bumi yang dirasakan dan Informasi Peringatan Dini Tsunami.
Peralatan utama terdiri dari perangkat pengolahan data yang disebut Automatic Warning Broadcaster (AWB), perangkat pemancar berupa antena repeater dan perangkat penerima berupa HT frekuensi VHF. Peralatan dipasang di kantor Stasiun Geofisika Denpasar.
Gambar 1. Tiang Antena Repeater, Automatic Warning Broadcaster, dan Perangkat Penerima
Sistem kerja alat menghubungkan BMKG Cloud Server ke perangkat Automatic Warning Broadcaster (AWB) yang berada di Stasiun Geofisika Denpasar. Dari AWB, sinyal diteruskan melalui antena menuju Repeater untuk disebarkan ke frekuensi radio kebencanaan secara otomatis.
Berikut alur informasi dari BMKG hingga ke BPBD melalui Radio Broadcaster:
Gambar 2. Topologi Peralatan
Beberapa manfaat dalam penggunaan sistem Radio Broadcaster:
