SISTEM POWER HYBRID SITE INATEWS

Martin3 April 2026


Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) merupakan sistem yang dikembangkan oleh Indonesia dan berfungsi untuk memantau gempabumi dan potensi tsunami di seluruh Indonesia. InaTEWS terdiri dari tiga sistem utama yakni sistem pemantauan, sistem pengolahan, dan sistem komunikasi. Berdasarkan lokasinya sistem pemantauan InaTEWS terbagi menjadi dua yakni sistem pemantauan darat dan sistem pemantauan laut. Sistem pemantauan InaTEWS yang berada di darat berupa shelter yang di dalamnya terdapat serangkaian perangkat yang terdiri dari sensor, sistem akuisisi data, dan sistem komunikasi.

Tersebar di seluruh Indonesia, lokasi shelter InaTEWS kerap kali berada di pelosok daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN, sehingga sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan energi hanya dari matahari dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemanfaatan tenaga surya ini tentunya lebih efektif digunakan untuk lokasi-lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Namun dalam pengaplikasiannya PLTS tidak dapat digunakan secara terus menerus terutama pada saat musim hujan yang menyebabkan penyinaraan matahari yang kurang maksimal dan kebutuhan redundansi sistem komunikasi yang cukup menghabiskan banyak energi sehingga dapat menyebabkan perangkat pada sistem pemantauan InaTEWS mati. Oleh sebab itu beberapa lokasi sistem pemantauan InaTEWS yang sudah terjangkau jaringan listrik PLN akan dilakukan perubahan sistem daya dari PLTS menjadi jaringan listrik PLN. Namun dapat kita ketahui bahwa PLN sebagai sumber utama energi listrik di Indonesia juga tidak selamanya kontinu dalam menyalurkan sumber listrik. Pemadaman arus listrik mungkin saja dapat terjadi akibat gangguan pada pembangkit listrik, sedangkan suplai energi listrik sangat diperlukan secara terus menerus sehingga sistem power suplai dari PLTS tetap digunakan agar sistem InaTEWS dapat tetap beroperasi tanpa henti.

Stasiun Geofisika Kelas II Denpasar bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan sistem pemantauan InaTEWS yang berada di seluruh provinsi Bali, terdapat 13 site pemantauan InaTEWS yang ada di darat dan tersebar diseluruh provinsi Bali. Selain melakukan pemeliharaan, stasiun juga bertanggung jawab untuk melakukan pembaharuan sistem untuk site-site InaTEWS yang terjangkau jaringan listrik PLN.

Kegiatan penambahan sumber listrik PLN pada site-site InaTEWS yang sudah dilakukan yakni pada site InaTEWS MAKBI. Kegiatan diawali dengan melakukan survei lokasi apakah di lokasi site terjangkau jaringan listrik PLN atau tidak, apabila terdapat jaringan listrik PLN di sekitar site InaTEWS maka diperlukan koordinasi terkait pemasangan sumber listrik dengan pihak PLN. Setelah site InaTEWS terhubung dengan jaringan listrik PLN, tahap berikutnya adalah melakukan penggantian perangkat pada sistem InaTEWS.

Foto Bersama Tim

Gambar 1. Foto Bersama Tim Direktorat Sistem Jaringan Komunikasi, Tim Direktorat Instrumentasi dan Kalibrasi, dan Tim Stasiun Geofisika Denpasar


Peralatan utama yang perlu dilakukan penggantian adalah Solar Charge Controller (SCC), dikarenakan site InaTEWS sebelumnya menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga surya mandiri tanpa PLN maka SCC yang digunakan hanya dapat mengatur pengisian baterai dengan sumber panel surya. Sedangkan sistem daya yang baru akan bersumber dari jaringan listrik PLN sebagai sumber utama dan panel surya sebagai sumber cadangan, sehingga SCC yang digunakan harus mampu mengatur pembagian sumber daya dari PLN dan panel surya atau yang biasa disebut dengan SCC Hybrid.

Prinsip kerja SCC Hybrid adalah dengan cara menyalurkan listrik AC dari PLN untuk digunakan mengisi baterai sebagai cadangan daya dan juga menghidupkan peralatan seismik serta peralatan komunikasi. SCC Hybrid juga mampu mengisi baterai menggunakan panel surya dan mengkonversi arus DC dari baterai menjadi arus AC untuk menghidupkan peralatan apabila jaringan listrik PLN padam. Selain penggantian SCC, peralatan pengaman kelistrikan seperti MCB dan arrester juga perlu ditambahkan guna meminimalisir lonjakan arus listrik yang dapat merusak peralatan seismik dan komunikasi.

Pemasangan SCC Hybrid

Gambar 2. Pemasangan SCC Hybrid


Dengan diterapkannya sistem hybrid ini, diharapkan site InaTEWS dapat beroperasi secara lebih optimal dalam memantau aktivitas seismik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem pemantauan serta mendukung penyediaan informasi yang cepat dan akurat dalam upaya mitigasi bencana.



Peta Gempa Terkini Wilayah Bali
informasi gempa bumi region 3