Kembar5 Februari 2026
Pernahkah Anda membuka aplikasi InfoBMKG dan melihat peta dengan warna hijau, kuning, hingga merah yang bergerak? Itulah hasil tangkapan Radar Cuaca. Alat ini adalah salah satu "senjata" utama kami di BMKG untuk memantau kondisi atmosfer secara real-time dan memberikan peringatan dini bagi masyarakat. Tapi, bagaimana sebenarnya cara kerja alat canggih ini? Mari kita bedah lebih dalam.
Radar adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. Berbeda dengan satelit yang memantau bumi dari luar angkasa, radar cuaca bekerja di permukaan bumi dengan memancarkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi partikel air (hujan, es, atau salju) di awan.
Cara kerja radar bisa dibayangkan seperti gema suara di dalam gua:
Dari sini, kita bisa tahu lokasi, jarak, hingga intensitas hujan tersebut.
Saat melihat tampilan radar, warna-warna yang muncul mewakili tingkat intensitas curah hujan yang diukur dalam satuan dBZ (decibel relative to Z):
Catatan Penting: Semakin merah warnanya, semakin besar butiran air atau kepadatan partikel di awan tersebut, yang menandakan potensi cuaca ekstrem.
Di BMKG, radar bukan sekadar pajangan. Data radar digunakan untuk:
Teknologi radar membantu kami bekerja lebih presisi, namun kewaspadaan tetap ada di tangan Anda. Pastikan Anda selalu memantau pergerakan cuaca melalui aplikasi mobile infoBMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Ingat: Kenali cuacanya, kurangi risikonya!
