Alat Penakar Hujan Di Stasiun Geofisika Kelas II Denpasar

Martin4 Desember 2025



Air hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi yang didefinisikan sebagai air yang mencapai permukaan udara-tanah dalam selang waktu tertentu. Informasi curah hujan yang diperoleh dari proses pemantauan tidak hanya bermanfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga sangat penting untuk upaya mitigasi bencana, karena curah hujan tinggi merupakan salah satu faktor pemicu utama terjadinya banjir dan tanah longsor. Pemantauan curah hujan dapat dilakukan menggunakan peralatan yang disebut dengan penakar hujan. Berdasarkan prinsip kerjanya, penakar hujan dibagi menjadi tiga jenis yakni : penakar hujan manual, penakar hujan semi otomatis, dan penakar hujan otomatis. Curah hujan biasanya dinyatakan dalam satuan inci atau milimeter (1 inci = 25,4 mm). Curah hujan 1 mm, menunjukan tinggi air hujan setebal 1 mm yang menutupi permukaan, apabila air tersebut tidak meresap ke dalam tanah atau menguap ke atmosfer.


Stasiun Geofisika Kelas II Denpasar, selain menjalankan tugas utama sebagai stasiun pemantauan gempabumi, juga berperan memantau curah hujan di wilayah Denpasar. Untuk keperluan tersebut, stasiun ini dilengkapi dengan tiga jenis penakar hujan yang berbeda berdasarkan cara kerjanya. Ketiga penakar hujan tersebut adalah Penakar Hujan Observatorium (OBS), penakar hujan ini digunakan untuk mengukur curah hujan harian yang dibaca setiap pukul 07.00 waktu setempat.


Gambar 1. Penakar Hujan Observatorium (OBS)


Penakar Hujan Hellman merupakan penakar hujan semi otomatis yang menggunakan mekanisme pegas untuk menggerakan pias, sehingga curah hujan tercatat dalam bentuk grafik melalui pergerakan mata pena akibat perubahan volume air hujan.


Gambar 2. Penakar Hujan Hellman


Jenis ketiga adalah Automatic Rain Gauge (ARG), yaitu alat otomatis yang dilengkapi sensor tipping bucket dengan ketelitian hingga 0,2 mm; data hasil pengukuran disimpan dalam data logger dan diolah menjadi agregat per jam, harian, dan hingga bulanan untuk dianalisa lebih lanjut. Dalam menjaga kualitas data penakar hujan yang ada di Stasiun Geofisika Kelas II Denpasar dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi secara rutin.


Gambar 3. Automatic Rain Gauge Dengan Sensor Tipping Bucket


Keberadaan peralatan penakar hujan di Stasiun Geofisika Kelas II Denpasar untuk mendapatkan data yang akurat guna mendukung kebutuhan analisa meteorologi dan mitigasi bencana khususnya di wilayah Denpasar. Perbedaan tipe penakar hujan memberikan kelengkapan data yang lebih komprehensif, mulai dari pengukuran harian hingga pencatatan otomatis dengan resolusi tinggi. Dengan pemeliharaan dan kalibrasi yang dilakukan secara rutin, kualitas data yang dihasilkan dapat terjaga sehingga informasi yang diolah mampu memberikan kontribusi signifikan bagi peringatan dini, penelitian, serta perencanaan pembangunan berbasis kondisi iklim lokal.


Peta Gempa Terkini Wilayah Bali
informasi gempa bumi region 3