Tsunami Gauge

Arindea4 Juli 2025




Dalam upaya mitigasi bencana tsunami, BMKG memiliki alat Tsunami Gauge. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan tinggi muka laut secara realtime, sehingga menjadi salah satu komponen penting dalam sistem peringatan dini tsunami.

Gambar 1. Tsunami Gauge di Buleleng


Tsunami Gauge digunakan untuk memantau perubahan tinggi permukaan laut sebagai deteksi dini (early warning) dan konfirmasi keberadaan tsunami (peringatan dini tahap 3). Alat ini bekerja dengan sensor radar yang memancarkan sinyal elektromagnetik berenergi rendah ke permukaan laut dan menangkap kembali pantulannya untuk menghitung perubahan ketinggian muka laut.


Sebagai pendukung validasi, alat ini juga dilengkapi dengan kamera CCTV yang merekam situasi secara visual, seperti yang digunakan dalam konfirmasi gelombang tsunami di Kota Palu (28 September 2018). Tambahan lainnya adalah sensor barometrik yang berfungsi mendeteksi tekanan udara guna mendukung analisis fenomena meteotsunami. Output utama dari alat ini adalah mareogram, grafik yang merekam fluktuasi muka laut dalam rentang waktu tertentu.


Sistem Tsunami Gauge terdiri atas dua bagian utama: Unit di Lapangan:


  1. Sistem tenaga surya (panel surya, solar regulator, dan baterai)
  2. Sensor radar dan sensor baromete
  3. Data Logger
  4. CCTV
  5. Modem GSM untuk komunikasi data

Unit Monitoring (BMKG Pusat):


  1. Router BMKG
  2. Komputer server dan database
  3. Client server untuk pemantauan data

Gambar 2 Tampilan Water Level Mareogram


Gambar 3. Monitoring melalui CCTV di PPI Kedonganan


Tsunami Gauge BMKG dipasang di lokasi seperti breakwater, samping dermaga, dan atas deck dermaga. Di Provinsi Bali terdapat 3 Tsunami Gauge yang terpasang pada:


  1. Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida, Kab. Klungkung
  2. PPI Kedonganan, Kab. Badung
  3. Desa Penyabangan, Kab. Buleleng

Peta Gempa Terkini Wilayah Bali
informasi gempa bumi region 3